Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Breaking News
08:47
Advertisement

KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Sandar di Merak, 420 Penumpang Berhasil Dievakuasi

IMG 20261021 WA0096
Bagikan
Lihat Tersimpan

Beritaliputan.id || Banten — Sebanyak 420 penumpang KMP Batumandi berhasil dievakuasi setelah kapal penyeberangan tersebut terbakar saat mendekati Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Selasa, 20 Oktober 2026. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, meski enam penumpang sempat mendapatkan perawatan medis.

Kapal yang berlayar dari Bakauheni, Lampung, menuju Merak itu mengalami kebakaran saat bersiap sandar di Dermaga VI. Berdasarkan data manifes, kapal mengangkut 420 penumpang dan 89 unit kendaraan.

Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan mengatakan, seluruh penumpang berhasil diselamatkan setelah petugas gabungan melakukan evakuasi.

“Jumlah penumpang berdasarkan manifes sebanyak 420 orang, terdiri dari 393 penumpang di dalam kendaraan dan 27 penumpang pejalan kaki. Selain itu, kapal tersebut mengangkut 89 unit kendaraan,” ujar Hendra dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 Oktober 2026.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo menjelaskan, kebakaran terdeteksi sekitar pukul 16.15 WIB ketika kapal berada di sekitar Pulau Merak Besar. Percikan api terlihat di bagian buritan kapal, tepatnya pada dek atas yang digunakan untuk kendaraan kecil.

Heru menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Menurutnya, keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama perusahaan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas insiden kebakaran yang terjadi pada KMP Batumandi di Merak,” kata Heru.

Ia mengungkapkan, enam penumpang sempat mengalami gangguan kesehatan, mulai dari syok, sesak napas, hingga luka ringan. Mereka telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas maupun rumah sakit.

“Untuk korban ada enam orang. Satu orang shock karena situasinya chaos, ada yang sesak napas, ada korban luka ringan dibawa ke Puskesmas dan rumah sakit. Sudah ditangani dan dipulangkan,” jelasnya.

Proses evakuasi melibatkan petugas gabungan dari unsur pelabuhan, Basarnas, kepolisian, hingga kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Setelah dievakuasi, para penumpang menjalani pendataan dan pemeriksaan kesehatan. ASDP juga menyiapkan transportasi bagi penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan menuju wilayah Jabodetabek.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Heru menyatakan ASDP menunggu hasil investigasi pihak berwenang, termasuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan kepolisian, untuk memastikan sumber api yang memicu insiden tersebut.

Penulis

Redaksi

Reporter,Editor, Redaktur

Jendela Informasi Banten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *