Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Breaking News
19:09
Advertisement

Dies Natalis ke-73 UKI: Dari Warisan Nilai Menuju Dampak Global dan Visi “UKI EMAS” 2026–2030

IMG 20261016 WA0090
Bagikan
Lihat Tersimpan

beritaliputan.id || JAKARTA – Universitas Kristen Indonesia (UKI) merayakan ulang tahun ke-73 dengan mengusung tema “From Legacy to Global Impact”.

Tema ini ditegaskan bukan sekadar slogan perayaan, melainkan arah strategis perjalanan kampus dalam mentransformasi nilai-nilai sejarah menjadi kontribusi nyata di tingkat internasional. Rektor UKI, Prof. Angel Damayanti, S.IP., M.Si., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa rentang 73 tahun merupakan perjalanan panjang yang dipenuhi sejarah para pendiri, perjuangan, pengorbanan, serta kesetiaan lintas generasi.

“Warisan terbesar UKI bukan semata-mata fisik bangunan, jumlah program studi, atau capaian institusional. Warisan terpenting adalah nilai-nilai iman, ilmu pengetahuan, kebangsaan, kemanusiaan, dan pengabdian,” ujar Angel dalam pidatonya.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai tersebut membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter, berintegritas, serta memiliki kesediaan untuk melayani. Semboyan “Melayani Bukan Dilayani” menjadi identitas utama UKI di tengah dunia yang kian kompetitif dan individualistis.

“Sedangkan to Global Impact menunjukkan bahwa warisan masa lalu harus menjadi energi untuk bergerak ke depan. UKI harus berani memasuki ruang global. Dari local menuju global, dari academic excellence menuju academic impact,” tuturnya.

Perluas Jejaring Internasional dan Program UKI EMAS

Langkah menuju panggung global tersebut dibuktikan melalui deretan kerja sama konkret. Sepanjang tahun 2025, UKI merealisasikan 54 kemitraan dengan perguruan tinggi luar negeri serta 33 kerja sama dengan lembaga non-perguruan tinggi internasional.

Kolaborasi ini mencakup mobilitas mahasiswa dan dosen, penelitian bersama (joint research), publikasi bersama (joint publication), program gelar bersama (joint degree), hingga pertukaran pengetahuan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Memasuki periode kepemimpinan 2026–2030, UKI mengusung visi “UKI EMAS” yang ditopang oleh empat pilar utama: Empowerment (Pemberdayaan):

Mendorong seluruh civitas akademika untuk berkembang dan berkontribusi secara optimal. Meaningfulness (Kebermaknaan): Memastikan tridharma perguruan tinggi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, gereja, bangsa, dan dunia. Agility (Ketangkasan):

Membangun institusi yang adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman. Sustainability (Keberlanjutan): Menjaga keberlanjutan kemajuan institusi agar terus berkembang di masa depan.

“Saya berharap lulusan UKI bukan sekadar pencari kerja, melainkan pencipta solusi dan inovasi.

Dosen tidak hanya mengajar, tetapi menghasilkan ilmu. Riset pun tidak berhenti di publikasi, melainkan menjadi inovasi nyata,” tegas Angel. Warisan Karakter yang Tak Lekang oleh Zaman.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Pemasaran sekaligus Ketua Panitia Dies Natalis ke-73 UKI, Dr. Hendri Jayadi, S.H., M.H., menegaskan pentingnya konsistensi penanaman nilai pada mahasiswa. Menurut Hendri, di usia ke-73 tahun,

UKI sepatutnya mewariskan nilai-nilai luhur yang tidak tergerus oleh perkembangan zaman. “Rendah hati, berbagi, peduli, profesional,

disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas adalah nilai-nilai utama yang menjadi legacy bagi para mahasiswa. Dari sanalah lahir generasi berkarakter yang mampu memberikan dampak global,” pungkas Hendri. (**)

Penulis

Redaksi

Jendela Informasi Banten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *